Kamis, 12 Juni 2008
Ciri-Ciri Orang Yang Berfikiran Positif
1. Menjadikan hambatan sebagai tantangan.
2. Tidak putus asa dalam hidup.
3. Mencari hal-hal yang baru, sehingga dapat selalu menumbuhkan semangat dalam hidup.
4. Selalu bersyukur dalam hidupnya.
5. Menikmati hidup.
6. Selalu berserah diri pada Allah.
7. Murah senyum.
8. Terbuka terhadap masukan/kritikan /nasihat.
Jumat, 06 Juni 2008
AKKBB
Selamat membaca.
Minggu, 01 Juni 2008
Kehidupan Dunia

Fenomena perselingkuhan di kalangan anggota DPR bukanlah hal yang asing di telinga kita semua. Bahkan tidak hanya anggota DPR namun para pejabat negara yang lainnya. Di pusat maupun di daerah. Apa yang saya sampaikan lewat tulisan ini bukanlah berprasangka namun faktanya memang sudah sangat gamblang. Ya seperti fenomena gunung es. Kalau serius untuk dibongkar pasti sangat mengejutkan dan membuat kita terbengong-bengong luar biasa.
Ya itulah kehidupan dunia. Harta, tahta dan wanita memang satu jalur. kalau tidak hati-hati maka akan terjerumus ke dalamnya. Ya korupsi, rebutan jabatan, dan main wanita.
Saya sangat prihatin sekali melihat kondisi negeri ini. Sudah punya istri cantik di rumah kok masih selingkung. Ya itulah kehidupan dunia. Selama kita masih bernafas syetan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda. Dan ternyata kasus seperti ini tidak hanya dinegeri kita. Di negara manapun ini terjadi.
"Memang enak kok punya harta banyak, jabatan bagus dan bisa bersenang-senang dengan wanita. "
Harapannya tidak seperti itu. Ingatlah bahwa hidup ini hanya sementara.
Kamis, 29 Mei 2008
Menjadikan Hambatan Sebagai Tantangan
Orang yang berfikiran positif adalah orang yang menjadikan hambatan menjadi tantangan. Setiap orang pasti punya hambatan-hambatan yang ada, nah orang yang berfikiran positif hambatan tersebut bukanlah sebuah benteng yang menakutkan untuk maju, namun ia jadikan sebagai tantangan dan ia benar-benar tertantang untuk menaklukkannya.
Kalau ia ingin menjadi seorang penulis misalnya, maka hambatan yang ia temui ia jadikan sebagai tantangan sehingga memecut semangat untuk terus belajar menulis. Dalam dirinya ia tanamkan “Kalau saya adalah seorang penulis hebat.” Ia tidak takut dan minder kala tulisannya mendapat kritikan yang tajam, dapat komentar negatif dari orang lain. “Ah tulisan mu tidak layak muat di surat kabar”. “Ah tulisanmu tidak tidak pantas untuk diterbitkan”. Itu semua tidak membuat ia takut dan justru semakin menantang dirinya untuk menyajikan tulisan yang lebih berkualitas.
Saya jadi teringat sebuah pernyataan yang saya baca di media masa. Pemain tunggal putra tim thomas bulu tangkis cina 2008 yang bernama bao cun lai, saat bertanding di indonesai, ia mengatakan : “Saya berharap di final bisa ketemu indonesia. Saya terntantang dengan dukungan tuan rumah. Ada sesuatu yang ingin saya lakukan”. Saya membaca pernyataan tersebut, wah membuat saya kagum. Benar-benar bermental juara. Tidak takut dengan dukungan tuan rumah yang begitu luar biasa banyaknya.
Begitulah orang-orang yang berfikiran positif, ia tidak bingung dalam menghadapi tantangan-tantangan yang menerpa. Dalam pikirannya terbayang pasti ini ada jalannya. Setelah sesulitan pasti ada kemudahan.
Dalam Al Qur’an pun bisa kita kros cek bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita yakin akan hal itu. Bahkan para sahabat rasulullah SAW bisa kita jadikan panutan utama. Begitu ada himpitan dan tekanan dari musuh-musuh Islam, mereka tetap semangat dalam keimanan. Bahkan ada yang semakin menjadi-jadi semangatnya. Ada yang mengorbankan hartanya yang berupa uang, hewan ternak, kebun-kebun, dan tidak hanya itu, nyawapun ia korbankan untuk perjuangan Islam. Benar-benar tertantang.
Hambatan-hambatan ini sangatlah beragam, setiap individu pasti ada yang sama dan berbeda. Entah itu hambatan fisik maupun hambatan non fisik. Ada yang hambatan fisik, misalnya tubuh yang cacat atau kurang sempurna. Tidak bisa melihat, mendengar, tidak punya kaki, tangan dan lain sebagainya. Itu semuanya adalah hambatan yang bisa membuat manusia minder dan mundur maupun membuat manusia semakin tertantang dan mempunyai kepercayaan diri yang kuat.
Begitu juga hambatan non fisik yang lebih condong ke faktor psikologis. Seperti penakut, pemalu, selalu merasa tidak mampu untuk bersaing dengan orang lain, selalu merasa bersalah dan lain sebagainya.
Apapun bentuknya hambatan yang ada, orang yang berfikiran positif semuanya itu tidak lah apa-apa. Tenang-tenang saja. Semuanya itu tidak ada artinya. Semuanya itu lewat begitu saja. Ia mampu bersaing, ia mampu berbuat lebih banyak, ia mampu berkarya, ia mampu bertahan dalam himpitan kesulitan hidup dan segala tentangan-tantangan yang menghantamnya. “Mungkin kali ini belum berhasil namun Insya Allah bulan depan, waktu yang akan datang akan berhasil.” Ia tidak minder hanya gara-gara cacat fisik, ia tidak putus asa sehingga tidak menjerumuskan diri untuk meminta-minta pada orang lain. Walaupun cacat fisik namun masih bisa berkarya, bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apakah itu ia jualan koran, gorengan, menjahit, kerajinan yang lainnya dan masih banyak lagi yang ia kerjakan.
Hiduplah orang yang berifikaran postif.
Selasa, 27 Mei 2008
"Hendaklah kalian........
(pesan dari seorang ulamak besar : Ibnu Taimiyyah)
Senin, 26 Mei 2008
Buat Pembaca Sekalian
Terimakasih juga pada pembaca yang sudah mengunjungi blog saya walau belum memposting komentar. Besar harapan, untuk meninggalkan komentar sebagai wujud saling bertukan fikiran. Nasihat menasihati.
Terimakasih dari ketulusan hati saya yang paling dalam.
Jumat, 23 Mei 2008
Ia Begitu Sabar
Yang mengagumkan lagi, perjalanan dari rumah sampai kewonosari ia lalui dengan naik sepeda ontel. Suatu hal yang sangat alergi bagi kebanyakan orang dijaman ini. Kebetulan rumahya dekat dengan rumah saya. Kalau jalan naik sepeda motor bisa 30 menit lamanya, berarti kalau pakek sepeda ontel labih dari itu. 1 jam lebih. Ini ia jalani dalam setiap harinya. Pulang pergi naik ontel setiap hari.
Sering disore hari saya ketemu mas tugiran jamaah maghrib dimasjid saya dengan sorot mata yang tinggal 1/2 watt. Pasti ia capek pulang pergi dengan ontelnya itu.
Subhanallah, perjuangan yang hebat.
Jangan sampai kita ini merasa bahwa diri kita paling sengsara se dunia. Ternyata masih ada yang lebih prihatin dalam hidupnya.
Ya Allah terimakasih banyak atas hikmah kehidupan ini. Engkau jadikan hidupku begitu indah. Ya Allah terimakasih atas samudra hikmah tanpa bertepi ini.
Posting ini spesial saya persembahkan buat diriku sendiri dan sahabat2 sekalian yang membaca.
Ia begitu sabarnya.
